Postingan

Teonomi sebagai paradigma baru ekonomi berbasis keadilan sosial dan spiritual

Teonomi sebagai paradigma baru ekonomi berbasis keadilan sosial dan spiritual Asep Rohmandar 1, Wulan Sari Dewi 2 1Ex Mahasiswa UTB Bandung ,2 Alumni UNIBI Bandung  Korespondensi Email: rohmandarasep54@gmail.com Abstrak: Contemporary economic systems are dominated by two major paradigms, capitalism and socialism, both of which contain structural weaknesses that generate social inequality, resource exploitation, and spiritual crisis. This study aims to conceptualize Theonomy as an alternative economic paradigm grounded in divine values rather than market logic or state control alone. Using a qualitative literature-based design with conceptual analysis and cross-tradition synthesis, this study examined primary and secondary sources from Islamic, Christian, Jewish, and Hindu economic thought published mainly within the last ten years, complemented by classical foundational texts. Data were collected through documentary study and analyzed using thematic content analysis to identify rec...

Advokasi Anggaran bagi 1,4 Persen Penduduk yang Belum Memiliki BPJS Kesehatan

Advokasi Anggaran bagi 1,4 Persen Penduduk yang Belum Memiliki BPJS Kesehatan Ringkasan Eksekutif Hingga 30 Juni 2026, cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 98,60 persen dari total penduduk Indonesia. Capaian ini berarti masih terdapat sekitar 1,4 persen penduduk Indonesia—setara dengan lebih dari 4 juta jiwa—yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Mereka adalah warga negara yang hak konstitusionalnya atas pelayanan kesehatan belum terpenuhi. Advokasi ini bertujuan mendorong alokasi anggaran negara untuk menjamin kepesertaan seluruh warga negara yang belum memiliki akses JKN, sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 28H ayat (1) dan ayat (3) Undang-Undang Dasar 1945, serta Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). I. Landasan Konstitusional dan Hukum A. Amanat Konstitusi Pasal 28H Undang-Undang Dasar 1945 secara tegas mengamanatkan: 1· Ayat (1): "Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertemp...

12 Kali Gagal Ujian hingga Depresi: Ketika Tekanan Akademik Mengabaikan Kemanusiaan Mahasiswa

Gambar
12 Kali Gagal Ujian hingga Depresi: Ketika Tekanan Akademik Mengabaikan Kemanusiaan Mahasiswa Oleh: Asep Rohmandar Tanggal: 2 Agustus 2026 Kasus seorang mahasiswi di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, yang mengalami depresi akibat 12 kali pembatalan ujian skripsi, kembali menyentakkan kesadaran publik tentang sisi gelap pendidikan tinggi di Indonesia. Tayangan berita Metro TV yang menampilkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyoroti isu ini bukan sekadar sebagai masalah administratif kampus, melainkan sebagai krisis kesehatan mental yang memerlukan intervensi kebijakan. Artikel ini akan membedah kasus tersebut secara komprehensif, mulai dari akar masalah, hak-hak yang terabaikan, hingga langkah konkret yang harus diambil oleh perguruan tinggi dan pemerintah. 1. Anatomi Kasus: Lebih dari Sekadar "Gagal Ujian" Penting untuk meluruskan narasi awal. Berdasarkan klarifikasi pihak dosen penguji melalui kuasa huku...

PETA JALAN Menjadi Komunitas Riset yang Terus Bergerak, Tumbuh, dan Maju

PETA JALAN   Menjadi Komunitas Riset yang Terus Bergerak, Tumbuh, dan Maju Menuju Puncak-Puncak Kebudayaan Baru dari Kebudayaan Lama yang Lebih Baik   Sebuah Esai Komprehensif Disusun oleh: Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara 2026 Daftar Isi   1. PENDAHULUAN: MENGAPA PETA JALAN INI DIPERLUKAN Setiap komunitas riset lahir dari sebuah keresahan intelektual sekaligus harapan kultural: keresahan karena pengetahuan tidak boleh berhenti pada satu titik generasi, dan harapan karena pengetahuan yang dirawat bersama akan menumbuhkan peradaban yang lebih baik. Esai ini disusun sebagai peta jalan (roadmap) bagi transformasi sebuah komunitas riset independen agar terus bergerak, tumbuh, dan maju—tidak sekadar bertahan dari satu periode ke periode berikutnya, melainkan secara sadar mendaki menuju puncak-puncak kebudayaan baru yang lebih baik, tanpa mencerabut diri dari akar kebudayaan lama yang telah menempanya. Frasa 'dari kebudayaan lama yang lebih ba...

Pembangunan Ekonomi Industri Berbasis Inovasi dan Riset: Sebuah Tinjauan Komprehensif

Gambar
Pembangunan Ekonomi Industri Berbasis Inovasi dan Riset: Sebuah Tinjauan Komprehensif Oleh Asep Rohmandar                                                                                           Pendahuluan Di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompetitif, pembangunan industri berbasis inovasi dan riset telah menjadi agenda prioritas bagi negara-negara berkembang maupun maju. Industrialisasi tidak lagi semata-mata tentang peningkatan kapasitas produksi, melainkan tentang bagaimana suatu bangsa mampu menciptakan nilai tambah melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa di era saat ini, pahlawan bangsa adalah mereka yang mampu melahirkan inovasi dan terobosan nyata yang dapat meningkatkan pendapatan negar...

Transparansi Metodologi Deklarasi AI dalam Penelitian: Panduan Komprehensif untuk Auditabilitas dan Integritas Akademik Abstrak

Gambar
Transparansi Metodologi Deklarasi AI dalam Penelitian: Panduan Komprehensif untuk Auditabilitas dan Integritas Akademik Oleh Asep Rohmandar                                                                                                    Abstrak Integrasi Artificial Intelligence (AI) generatif dalam proses penelitian akademik menawarkan efisiensi dan wawasan baru, namun juga menimbulkan tantangan signifikan terkait integritas, orisinalitas, dan akuntabilitas. Artikel ini menyajikan kerangka kerja komprehensif untuk transparansi metodologi deklarasi penggunaan AI. Fokus utamanya adalah pada dokumentasi mendetail mengenai bagaimana dan di bagian mana AI digunakan—mulai dari perancangan prompt, pemilihan model, hingga proses iterasi. Dengan me...

Jembatan Antara Atom dan Iman: Pentingnya Sains Populer dan Fisika Kuantum dalam Perspektif Teologis

Jembatan Antara Atom dan Iman: Pentingnya Sains Populer dan Fisika Kuantum dalam Perspektif Teologis Oleh Asep Rohmandar                                                                                                    Dalam beberapa dekade terakhir, dinding pemisah antara laboratorium sains dan ruang ibadah seolah menipis. Munculnya sains populer—upaya menerjemahkan temuan ilmiah kompleks ke dalam bahasa yang dapat dipahami masyarakat awam—telah membuka ruang dialog baru. Di antara berbagai cabang sains, fisika kuantum dan konsep turunannya seperti "Quantum History" (Sejarah Kuantum) menjadi titik temu yang paling fascinatif, sekaligus kontroversial, bagi para teolog dan pemuka agama. Artikel ini akan mengulas mengapa pemahaman tentang sai...