Postingan

Etika Situasi dan Etika Hermeneutika untuk AI: Sebuah Tinjauan Komprehensif Berbasis Theoetika dari Perspektif Al-Quran dan Al-Hadits

Etika Situasi dan Etika Hermeneutika untuk AI: Sebuah Tinjauan Komprehensif Berbasis Theoetika dari Perspektif Al-Quran dan Al-Hadits Abstrak Perkembangan pesat Kecerdasan Buatan (AI) telah memicu diskursus etis yang mendalam, khususnya dari perspektif religius. Tulisan ini menyajikan tinjauan komprehensif tentang dua kerangka etika kontemporer—etika situasi (situational ethics) dan etika hermeneutika—dalam konteks AI, yang ditinjau melalui lensa theoetika (etika teologis) Islam berdasarkan Al-Quran dan Al-Hadits. Dengan memanfaatkan dan mensintesiskan literatur akademik terkini, artikel ini mengelaborasi bagaimana prinsip-prinsip etika situasi yang menekankan konteks dan fleksibilitas, serta etika hermeneutika yang berfokus pada interpretasi teks, dapat dioperasionalkan dan menemukan batasannya dalam bingkai maqāṣid al-sharī‘ah dan nilai-nilai fundamental Islam. Temuan menunjukkan bahwa AI harus diposisikan sebagai alat bantu (auxiliary tool) yang tunduk pada otoritas moral dan intele...

Mengungkap Wajah Baru Penipuan: Identifikasi Jenis, Modus, dan Variabel Scam dalam Interaksi Digital di Era AI

Gambar
Mengungkap Wajah Baru Penipuan: Identifikasi Jenis, Modus, dan Variabel Scam dalam Interaksi Digital di Era AI                                                                     Oleh :  Rohmandar Asep                                                                                          Pendahuluan Interaksi digital telah menjadi tulang punggung kehidupan modern. Dari transaksi perbankan, komunikasi kerja, hingga hubungan personal, hampir semua aktivitas manusia kini tersambung melalui layar dan jaringan. Namun, di balik kenyamanan ini, ruang digital juga menjadi lahan subur bagi praktik pen...

EKARSA Revisi: JURNAL EKONOMI PEMBANGUNAN

Gambar
MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM KRISIS EKONOMI: STRATEGI, RESILIENSI, DAN TRANSFORMASI MENUJU KEBERLANJUTAN EDUCATION MANAGEMENT IN ECONOMIC CRISIS: STRATEGIES, RESILIENCE, AND TRANSFORMATION TOWARD SUSTAINABILITY Asep Rohmandar¹, Wulan Sari Dewi² ¹Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara, Indonesia.  ²Alumni Program Studi Manajemen Bisnis, UNIBI Bandung, Indonesia.  Email korespondensi: rohmandarasep54@gmail.com | HP: 085861561563087 Diterima: 5 April 2026 | Direvisi: 18 April 2026 | Diterbitkan: 1 Mei 2026 DOI: https://doi.org/10.xxxx/ekarsa.v2i2.xxxx Economic                                                            ABSTRAK Krisis ekonomi berulang memberikan dampak signifikan terhadap sistem manajemen pendidikan, dari pemotongan anggaran hingga peningkatan angka putus sekolah. Penelitian ini mengkaji bagaimana lembaga pendidika...

Kelebihan Etika Situasi dan Etika Hermeneutika untuk AI: Sebuah Tinjauan Lintas Agama

Kelebihan Etika Situasi dan Etika Hermeneutika untuk AI: Sebuah Tinjauan Lintas Agama                                                                               Oleh : Rohmandarasdp Asep                                                                        Esai sebelumnya telah mengupas kelebihan etika situasi dan hermeneutika untuk AI dari perspektif theoetika Kristen. Namun, dalam dunia yang plural, pertanyaan etika AI tidak bisa dijawab hanya dari satu sudut pandang agama. Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Yahudi masing-masing memiliki khazanah moral yang kaya dan unik. Esai ini akan menelusuri bagaimana ...

Intisari pemikiran Asep Rohmandar secara lebih komprehensif, dengan cakupan glokal (global–lokal) dan universal

Intisari pemikiran Asep Rohmandar secara lebih komprehensif, dengan cakupan glokal (global–lokal) dan universal                                                                     Oleh Assisten AI Copilot                                                                             🌍 Dimensi Glokal - Budaya Sunda Nusantara     Asep Rohmandar menempatkan warisan budaya Sunda sebagai fondasi identitas lokal, namun selalu mengaitkannya dengan konteks global. Ia melihat Sunda bukan sekadar tradisi, melainkan sumber nilai universal tentang harmoni, gotong royong, dan etika sosial.    - Pendidikan Lokal–Global...

Anomali dan Paradoks Ekonomi

Anomali dan Paradoks Ekonomi: Membaca Ketidakseimbangan Fiskal dan Fundamental dalam Sistem Ekonomi Modern Pendahuluan Ekonomi modern sering dipresentasikan sebagai sistem rasional yang bergerak melalui hukum pasar, efisiensi, dan keseimbangan. Namun realitas global menunjukkan bahwa banyak fenomena ekonomi justru berjalan secara paradoksal: pertumbuhan meningkat tetapi kemiskinan tetap tinggi, produktivitas naik tetapi kesejahteraan pekerja stagnan, serta negara kaya sumber daya tetap mengalami ketergantungan struktural. Fenomena ini menunjukkan adanya anomali ekonomi , yaitu kondisi ketika teori ekonomi dominan gagal menjelaskan kenyataan empiris secara memadai. Dalam konteks fiskal dan fundamental ekonomi, anomali muncul melalui: ketimpangan distribusi, krisis utang, inflasi struktural, gelembung aset, hingga kontradiksi antara pertumbuhan dan kesejahteraan sosial. Thomas Kuhn dalam The Structure of Scientific Revolutions menjelaskan bahwa anomali adalah tanda bahwa suatu paradigma ...

Bahaya Daya Beli Semu dari Utang Pinjol di Tengah Kesenjangan Tinggi dan Kelas Menengah yang Terpuruk

Bahaya Daya Beli Semu dari Utang Pinjol di Tengah Kesenjangan Tinggi dan Kelas Menengah yang Terpuruk Di balik riuhnya narasi “Rupiah Melemah Menguntungkan”, ada realitas bisu yang jauh lebih mengerikan dan jarang disinggung para pembuat kebijakan: jutaan rakyat Indonesia kini bertahan hidup bukan dari pendapatan riil, melainkan dari utang konsumtif, terutama pinjaman online (pinjol). Fenomena ini bukan sekadar masalah keuangan pribadi, melainkan bom waktu sosial-ekonomi yang diperparah oleh dua kondisi struktural: kesenjangan yang menganga lebar dan kelas menengah yang terus merosot. Kelas Menengah Rontok, Daya Beli Sekarat Kelas menengah adalah tulang punggung konsumsi nasional—menyumbang lebih dari 50% PDB. Namun, data terbaru BPS menunjukkan jumlah kelas menengah terus turun drastis. Sebagian besar dari mereka turun kelas menjadi aspiring middle class (calon kelas menengah) atau bahkan jatuh miskin. Penyebabnya jelas: PHK massal di sektor padat karya, kenaikan harga kebutuhan pokok...