12 Kali Gagal Ujian hingga Depresi: Ketika Tekanan Akademik Mengabaikan Kemanusiaan Mahasiswa
12 Kali Gagal Ujian hingga Depresi: Ketika Tekanan Akademik Mengabaikan Kemanusiaan Mahasiswa Oleh: Asep Rohmandar Tanggal: 2 Agustus 2026 Kasus seorang mahasiswi di Universitas Nusa Cendana (Undana), Kupang, yang mengalami depresi akibat 12 kali pembatalan ujian skripsi, kembali menyentakkan kesadaran publik tentang sisi gelap pendidikan tinggi di Indonesia. Tayangan berita Metro TV yang menampilkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyoroti isu ini bukan sekadar sebagai masalah administratif kampus, melainkan sebagai krisis kesehatan mental yang memerlukan intervensi kebijakan. Artikel ini akan membedah kasus tersebut secara komprehensif, mulai dari akar masalah, hak-hak yang terabaikan, hingga langkah konkret yang harus diambil oleh perguruan tinggi dan pemerintah. 1. Anatomi Kasus: Lebih dari Sekadar "Gagal Ujian" Penting untuk meluruskan narasi awal. Berdasarkan klarifikasi pihak dosen penguji melalui kuasa huku...