Postingan

KEBIJAKAN THEONOMIC DALAM MENGURANGI KESENJANGAN DAN KEMISKINAN: SINTESIS NORMATIF-EMPIRIS ANTARA ETIKA TRANSENDEN DAN EKONOMI PEMBANGUNAN MODERN

KEBIJAKAN THEONOMIC DALAM MENGURANGI KESENJANGAN DAN KEMISKINAN: SINTESIS NORMATIF-EMPIRIS ANTARA ETIKA TRANSENDEN DAN EKONOMI PEMBANGUNAN MODERN THEONOMIC POLICY IN REDUCING INEQUALITY AND POVERTY: A NORMATIVE-EMPIRICAL SYNTHESIS BETWEEN TRANSCENDENT ETHICS AND MODERN DEVELOPMENT ECONOMICS Asep Rohmandar¹, Wulan Sari Dewi² Email korespondensi: rohmandarasep54@gmail.com ABSTRAK Kebijakan theonomic — yakni kebijakan yang bersumber dari nilai-nilai ilahiah dan prinsip-prinsip transenden — menawarkan paradigma alternatif dalam mengatasi persoalan kesenjangan dan kemiskinan yang semakin akut di era globalisasi. Artikel ini mengkaji secara mendalam bagaimana prinsip-prinsip theonomic dari tiga tradisi besar (Islam, Kristen, dan Yahudi) dapat dioperasionalisasikan menjadi kebijakan ekonomi yang konkret dan terukur, dengan membangun jembatan epistemologis antara etika normatif transenden dan teori ekonomi pembangunan modern. Dengan menggunakan metode analisis komparatif normatif-empiris dan s...

Bukti Theonomi dalam Pantun: Kajian Komprehensif atas Nilai-Nilai Hukum Ilahi dalam Sastra Melayu

Bukti Theonomi dalam Pantun: Kajian Komprehensif atas Nilai-Nilai Hukum Ilahi dalam Sastra Melayu Pendahuluan Theonomi, berasal dari bahasa Yunani theos (Tuhan) dan nomos (hukum), secara fundamental berarti "hukum Tuhan". Dalam perspektif teologi Kristen, theonomi dipahami sebagai pandangan bahwa hukum-hukum Alkitabiah, terutama hukum peradilan Perjanjian Lama, tetap mengikat secara moral bagi semua bangsa dan seharusnya menjadi dasar bagi hukum sipil. Gerakan ini muncul dalam lingkaran teologi Reformed pada tahun 1970-an dan dikenal pula sebagai Christian Reconstructionism atau dominion theology. Namun, jika theonomi dipahami secara lebih luas—bukan sekadar sebagai gerakan teologi Barat, melainkan sebagai prinsip universal tentang kedaulatan hukum ilahi atas kehidupan manusia—maka pantun Melayu menjadi salah satu medium budaya yang paling kaya akan bukti-bukti theonomi. Pantun, sebagai puisi lama Melayu yang terdiri atas empat baris dengan rima a-b-a-b, telah selama berabad-...

ANALISIS FENOMENA TAUTOLOGI KEBIJAKAN EKONOMI DAN PENDIDIKAN: PENDEKATAN LOGIKA GELLERT DAN ENKLIDUS

ANALISIS FENOMENA TAUTOLOGI KEBIJAKAN EKONOMI DAN PENDIDIKAN: PENDEKATAN LOGIKA GELLERT DAN ENKLIDUS Asep Rohmandar Ex Mahasiswa Universitas Teknologi Bandung (UTB/STTB)dan Presiden Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara, Indonesia Email: rohmandarasep54@gmail.com Wulan Sari Dewi Alumni Universitas Informatika dan Bisnis (UNIBI) Bandung  Email: wulandsd23@gmail.com ABSTRAK Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis sifat tautologis dalam perumusan kebijakan ekonomi dan pendidikan nasional di Indonesia melalui lensa logika formal yang inovatif. Penelitian ini memperkenalkan kerangka teoritis baru bernama Logika Gellert-Enklidus, yang mensintesis prinsip dialektika kebijakan (Gellert) dengan struktur aksiomatik deduktif (Enklidus/Euclidean), serta mengembangkan model evaluatif kuantitatif-kualitatif bernama RIRIKOPKUAM (Recursive Index of Rationality in Knowledge-Oriented Policy Under Adaptive Mechanism). Menggunakan metode mixed-methods dengan analisis dokumen ...

Mengintegrasikan Proyeksi Kenaikan Muka Laut ke dalam Tata Ruang dan Hukum ZEE serta Perencanaan Infrastruktur Nasional

Mengintegrasikan Proyeksi Kenaikan Muka Laut  ke dalam Tata Ruang dan Hukum ZEE serta Perencanaan Infrastruktur Nasional Oleh Rohmandar Asep                                                                                                               Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia menghadapi ancaman eksistensial dari kenaikan muka air laut (sea level rise/SLR) yang diperparah oleh penurunan muka tanah (land subsidence) di berbagai wilayah pesisir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan kenaikan muka laut antara 0,18–0,23 meter pada tahun 2050, dan hingga 0,8–0,9 meter pada tahun 2100, dengan angka lebih dari 1 meter apabila penurunan muka tanah turut diperh...

ANALISIS KOMPARATIF JUMLAH DAN DINAMIKA ARTIKEL JURNAL TERINDEKS SINTA DENGAN JURNAL NON-SINTA DI INDONESIA TAHUN 2025

ANALISIS KOMPARATIF JUMLAH DAN DINAMIKA ARTIKEL JURNAL TERINDEKS SINTA DENGAN JURNAL NON-SINTA DI INDONESIA TAHUN 2025 Sebuah Kajian Faktor Kelembagaan, Regulasi, dan Ekosistem Publikasi Ilmiah    Asep Rohmandar Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara Jawa Barat, Indonesia Agustus 2026 ABSTRAK Bahasa Indonesia Artikel ini menganalisis secara komparatif dinamika jumlah artikel dan jurnal terindeks Science and Technology Index (SINTA) versus jurnal non-SINTA di Indonesia pada tahun 2025. Berbeda dengan basis data internasional seperti Scopus atau Web of Science yang menerbitkan statistik agregat tahunan secara terbuka, ekosistem publikasi nasional Indonesia tidak memiliki satu sumber resmi tunggal yang merekapitulasi total artikel SINTA versus non-SINTA secara nasional untuk tahun 2025. Oleh karena itu, kajian ini menggunakan pendekatan triangulasi: (1) data akreditasi periodik yang dipublikasikan Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan/Sains dan Teknologi Kemdiktisai...