Postingan

EKARSA Revisi: JURNAL EKONOMI PEMBANGUNAN

Gambar
MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM KRISIS EKONOMI: STRATEGI, RESILIENSI, DAN TRANSFORMASI MENUJU KEBERLANJUTAN EDUCATION MANAGEMENT IN ECONOMIC CRISIS: STRATEGIES, RESILIENCE, AND TRANSFORMATION TOWARD SUSTAINABILITY Asep Rohmandar¹, Wulan Sari Dewi² ¹Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara, Indonesia.  ²Alumni Program Studi Manajemen Bisnis, UNIBI Bandung, Indonesia.  Email korespondensi: rohmandarasep54@gmail.com | HP: 085861561563087 Diterima: 5 April 2026 | Direvisi: 18 April 2026 | Diterbitkan: 1 Mei 2026 DOI: https://doi.org/10.xxxx/ekarsa.v2i2.xxxx Economic                                                            ABSTRAK Krisis ekonomi berulang memberikan dampak signifikan terhadap sistem manajemen pendidikan, dari pemotongan anggaran hingga peningkatan angka putus sekolah. Penelitian ini mengkaji bagaimana lembaga pendidika...

Kelebihan Etika Situasi dan Etika Hermeneutika untuk AI: Sebuah Tinjauan Lintas Agama

Kelebihan Etika Situasi dan Etika Hermeneutika untuk AI: Sebuah Tinjauan Lintas Agama                                                                               Oleh : Rohmandarasdp Asep                                                                        Esai sebelumnya telah mengupas kelebihan etika situasi dan hermeneutika untuk AI dari perspektif theoetika Kristen. Namun, dalam dunia yang plural, pertanyaan etika AI tidak bisa dijawab hanya dari satu sudut pandang agama. Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Yahudi masing-masing memiliki khazanah moral yang kaya dan unik. Esai ini akan menelusuri bagaimana ...

Intisari pemikiran Asep Rohmandar secara lebih komprehensif, dengan cakupan glokal (global–lokal) dan universal

Intisari pemikiran Asep Rohmandar secara lebih komprehensif, dengan cakupan glokal (global–lokal) dan universal                                                                     Oleh Assisten AI Copilot                                                                             đźŚŤ Dimensi Glokal - Budaya Sunda Nusantara     Asep Rohmandar menempatkan warisan budaya Sunda sebagai fondasi identitas lokal, namun selalu mengaitkannya dengan konteks global. Ia melihat Sunda bukan sekadar tradisi, melainkan sumber nilai universal tentang harmoni, gotong royong, dan etika sosial.    - Pendidikan Lokal–Global...

Anomali dan Paradoks Ekonomi

Anomali dan Paradoks Ekonomi: Membaca Ketidakseimbangan Fiskal dan Fundamental dalam Sistem Ekonomi Modern Pendahuluan Ekonomi modern sering dipresentasikan sebagai sistem rasional yang bergerak melalui hukum pasar, efisiensi, dan keseimbangan. Namun realitas global menunjukkan bahwa banyak fenomena ekonomi justru berjalan secara paradoksal: pertumbuhan meningkat tetapi kemiskinan tetap tinggi, produktivitas naik tetapi kesejahteraan pekerja stagnan, serta negara kaya sumber daya tetap mengalami ketergantungan struktural. Fenomena ini menunjukkan adanya anomali ekonomi , yaitu kondisi ketika teori ekonomi dominan gagal menjelaskan kenyataan empiris secara memadai. Dalam konteks fiskal dan fundamental ekonomi, anomali muncul melalui: ketimpangan distribusi, krisis utang, inflasi struktural, gelembung aset, hingga kontradiksi antara pertumbuhan dan kesejahteraan sosial. Thomas Kuhn dalam The Structure of Scientific Revolutions menjelaskan bahwa anomali adalah tanda bahwa suatu paradigma ...

Bahaya Daya Beli Semu dari Utang Pinjol di Tengah Kesenjangan Tinggi dan Kelas Menengah yang Terpuruk

Bahaya Daya Beli Semu dari Utang Pinjol di Tengah Kesenjangan Tinggi dan Kelas Menengah yang Terpuruk Di balik riuhnya narasi “Rupiah Melemah Menguntungkan”, ada realitas bisu yang jauh lebih mengerikan dan jarang disinggung para pembuat kebijakan: jutaan rakyat Indonesia kini bertahan hidup bukan dari pendapatan riil, melainkan dari utang konsumtif, terutama pinjaman online (pinjol). Fenomena ini bukan sekadar masalah keuangan pribadi, melainkan bom waktu sosial-ekonomi yang diperparah oleh dua kondisi struktural: kesenjangan yang menganga lebar dan kelas menengah yang terus merosot. Kelas Menengah Rontok, Daya Beli Sekarat Kelas menengah adalah tulang punggung konsumsi nasional—menyumbang lebih dari 50% PDB. Namun, data terbaru BPS menunjukkan jumlah kelas menengah terus turun drastis. Sebagian besar dari mereka turun kelas menjadi aspiring middle class (calon kelas menengah) atau bahkan jatuh miskin. Penyebabnya jelas: PHK massal di sektor padat karya, kenaikan harga kebutuhan pokok...

Peran dan Pemikiran Tokoh Pendidikan di Sundaland: Suatu Perspektif Komprehensif

Peran dan Pemikiran Tokoh Pendidikan di Sundaland: Suatu Perspektif Komprehensif Oleh: Penulis MPMSN  Pendahuluan: Ngabdi ka Lembur Ngaliwatan Atikan Sejak masa Sundaland—yakni paparan benua yang menjadi cikal bakal peradaban Sunda di Nusantara—pendidikan telah menjadi pilar utama upaya kolektif masyarakat. Kendati institusi pendidikan modern dalam bentuk sekolah-sekolah ala Barat dan model pesantren ala Islam hanya mulai bermunculan pada masa-masa akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, pemikiran-pemikiran yang muncul dari lapisan masyarakat Sunda telah meninggalkan sumbangan penting bagi khazanah pendidikan nasional. Artikel ini hendak menelusuri jejak pemikiran tokoh-tokoh pendidikan yang lahir dan atau berkarya di Sundaland (Tatar Sunda/Jawa Barat) serta relevansinya bagi pendidikan kontemporer di Indonesia. Penulusuran ini didasarkan pada studi dokumentasi dan berbagai sumber rujukan yang tersedia secara daring maupun daring, serta pengamatan terhadap dinamika pendidikan di wila...

Analisis Kritis: Logika, Sejarah, dan Ironi dalam Canda Raja Charles III kepada Donald Trump

Analisis Kritis: Logika, Sejarah, dan Ironi dalam Canda Raja Charles III kepada Donald Trump Pendahuluan: Konteks Pernyataan yang Viral Pada malam jamuan kenegaraan di Gedung Putih (April 2026), Raja Charles III melontarkan candaan tajam menanggapi pernyataan lama Donald Trump bahwa "tanpa Amerika Serikat, Eropa akan berbicara bahasa Jerman." Balasan Raja Charles sederhana namun mematikan: "Dare I say that, if it wasn't for us, you'd be speaking French."   ("Berani saya katakan, jika bukan karena kami [Inggris], Anda akan berbicara bahasa Prancis.") Pernyataan ini langsung viral, dipuji sebagai wit (kecerdasan verbal) klasik ala bangsawan Inggris, sekaligus dianggap sebagai "tamparan halus" terhadap narasi nasionalis Amerika. Namun, di balik tawa ruang jamuan tersebut, terdapat lapisan logika sejarah, geopolitik, dan ironi linguistik yang layak dikupas secara kritis. Artikel ini akan menganalisis pernyataan tersebut dari tiga sudut pandan...