Postingan

USULAN DAN DESAIN KURIKULUM PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA

  USULAN DAN DESAIN KURIKULUM PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Kolaborasi Komprehensif dengan Bahasa dan Sastra Daerah di Perguruan Tinggi Asep Rohmandar — Masyarakat Peneliti Mandiri Kasundaan Nusantara (MPMKN) Abstrak Program studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) di perguruan tinggi umumnya dirancang tanpa jalur formal yang menghubungkannya dengan pendidikan bahasa dan sastra daerah, meskipun Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa daerah yang sebagian berstatus rentan hingga kritis. Ketimpangan ini menimbulkan kesenjangan struktural: program revitalisasi bahasa daerah yang digalakkan pemerintah pusat membutuhkan guru dan tenaga kependidikan yang menguasai baik bahasa Indonesia maupun bahasa daerah secara akademik, sementara pasokan lulusan dengan kompetensi ganda semacam itu nyaris tidak tersedia karena kedua bidang dikelola sebagai silo kurikulum yang terpisah. Artikel ini mengusulkan desain kurikulum PBSI yang mengintegrasikan bahasa dan sastra daerah seca...

Dari Sunda untuk Nusantara

Dari Sunda untuk Nusantara                                                             Menyusun visi kebangkitan Tanah Sunda tak bisa lepas dari akar sejarah perjuangannya. Bukan sekadar kemerdekaan fisik, tetapi juga pembebasan akal budi dan martabat. Visi ini saya rumuskan dalam "Sang Saka Sunda: Merdeka Lahir Batin, Jaya Kertaraharja" —sebuah visi yang memadukan spirit revolusioner para leluhur dengan cita-cita keadilan sosial. Mukadimah: Dari Sunda untuk Indonesia Kami, putra-putri Tanah Sunda—tanah yang subur makmur, gemah ripah repeh rapih—menyadari bahwa kemerdekaan yang telah diraih belum sepenuhnya menghadirkan keadilan lahir dan batin bagi seluruh rakyat. Ketimpangan fiskal atas kekayaan alam yang diekstraksi tanpa manfaat adil bagi rakyat, kebudayaan yang terpinggirkan, pendidikan yang tertinggal, serta ekonomi rakyat yang rapuh...

Memberdayakan Warga Digital: Literasi Media, Berpikir Kritis, dan Komunikasi yang Bertanggung Jawab

Gambar
Memberdayakan Warga Digital: Literasi Media, Berpikir Kritis, dan Komunikasi yang Bertanggung Jawab Refleksi atas Tema Webinar 1 September 2026 Di tengah derasnya arus informasi digital, kita bagaikan berlayar di lautan yang tak pernah tenang. Setiap detik, jutaan konten bermunculan—berita, opini, hoaks, hingga konten hiburan—semuanya berlomba meraih perhatian kita. Webinar bertajuk "Empowering Digital Citizens: Media Literacy, Critical Thinking, & Responsible Communication" yang digelar pada 1 September 2026 hadir sebagai pengingat penting bahwa menjadi warga negara digital (digital citizen) bukanlah sekadar mampu mengakses internet, melainkan kemampuan untuk menyaring, memahami, dan menyebarkan informasi secara bijak. Meskipun sesi langsung telah usai, pesan-pesan di dalamnya tetap relevan untuk kita renungkan dan terapkan. 1. Literasi Media: Tameng di Era Banjir Informasi Literasi media adalah fondasi utama. Di era prategnologi, informasi terbatas pada kora...

Mengidentifikasi Dinamika Asimetris dan Non-Linear dalam Ketimpangan Perkotaan–Pedesaan melalui Kerangka Teonomik Di Indonesia

JURNAL PENELITIAN MANDIRI KASUNDAAN NUSANTARA  Seri Ekonomi, Filsafat, dan Kebijakan Publik Mengidentifikasi Dinamika Asimetris dan Non-Linear dalam Ketimpangan Perkotaan–Pedesaan melalui Kerangka Teonomik Di Indonesia Beyond Linearity: Identifying Asymmetric and Non-Linear Dynamics in Urban–Rural Inequality through a Theonomic Framework In Indonesia Asep Rohmandar¹* • Wulan Sari Dewi² ¹Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara (MPMSN) dan Masyarakat Peneliti Sundaland ²Alumni Fakultas Manajemen & Bisnis, UNIBI Bandung *Korespondensi: rohmandarasep54@gmail.com / rasep7029@gmail.com  |  +62 838-2154-3522 wulansdewi239@gmail.com  |  +62 821-2738-6059 Abstrak Kata Kunci: ketimpangan desa-kota; non-linearitas; asimetri; teonomi; ekonomi kompleksitas; Indonesia Sebagian besar kajian kebijakan tentang ketimpangan perkotaan–pedesaan di Indonesia masih bertumpu pada asumsi hubungan yang linear dan simetris: pertumbuhan ekonomi dianggap akan menetes secara proporsi...

MERANCANG SINERGI ESQ DENGAN IPOI

Gambar
MASYARAKAT PENELITI MANDIRI KASUNDAAN NUSANTARA (MPMKN) Kertas Konsep & Kajian Manajemen Sumber Daya Manusia MERANCANG ESQ DENGAN IPOI Bagi Memperkuat Kualitas SDM Organisasi yang Lebih Baik secara Berkelanjutan Sebuah Kerangka Integratif Kecerdasan Emosional–Spiritual (ESQ)  dan Model Input–Proses–Output–Impact (IPOI) dalam Pengembangan SDM Disusun oleh Asep Rohmandar Peneliti Mandiri — MPMKN / MPMSN Abstrak Transformasi organisasi di tengah disrupsi teknologi dan ketidakpastian global menuntut kualitas sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya unggul secara kognitif (Intellectual Quotient/IQ), tetapi juga matang secara emosional dan spiritual. Kajian ini mengusulkan sebuah kerangka integratif yang menggabungkan konsep Emotional Spiritual Quotient (ESQ) dengan model evaluasi program Input–Proses–Output–Impact (IPOI) sebagai instrumen sistematis untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pengembangan SDM organisasi secara berkelanjutan. Melalui pendekatan konseptual-deskr...