Postingan

AI WASHING: KETIKA TEKNOLOGI DIJADIKAN KAMBING HITAM PHK

Gambar
AI WASHING: KETIKA TEKNOLOGI DIJADIKAN KAMBING HITAM PHK Opini Komprehensif tentang Fenomena “AI Image Laundering” dalam Kebijakan PHK Korporat 20 Februari 2026  |  Analisis & Opini I. Pendahuluan: Badai PHK dan Narasi AI Awal tahun 2026 diwarnai oleh gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang masif di seluruh dunia. Hanya dalam bulan Januari 2026 saja, Amerika Serikat mencatat 108.435 pekerja yang kehilangan pekerjaan — angka tertinggi sejak tahun 2009. Nama-nama raksasa teknologi seperti Amazon, IBM, Salesforce, dan HP berulang kali muncul dalam pemberitaan, dan hampir selalu dengan narasi yang sama: kecerdasan buatan (AI) sedang mengambil alih pekerjaan manusia. Namun benarkah demikian? Atau adakah sesuatu yang lebih kompleks dan lebih politis di balik narasi itu? Pertanyaan inilah yang kini mengemuka setelah CEO OpenAI Sam Altman membuat sebuah pengakuan mengejutkan di hadapan publik: banyak perusahaan yang menjadikan AI sebagai dalih — bukan sebagai ala...

PROFILE TPA/TPQ BAITURRAHMAN MANGGA DUA SUKAPURA BANDUNG

Gambar
P ROFILE TPA/TPQ BAITURRAHMAN MANGGA DUA SUKAPURA BANDUNG Mangga Dua, Sukapura, Dayeuhkolot – Kabupaten Bandung 1. Identitas Lembaga Nama Lembaga : TPA/TPQ Baiturrahman Alamat : Gang Jl. Mangga Dua No. 3, Kelurahan Sukapura, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat Bidang : Pendidikan Keagamaan Islam Nonformal Waktu Kegiatan : Sore hingga petang hari Tahun Berdiri : ± 10 tahun yang lalu 2. Sejarah Singkat TPA/TPQ Baiturrahman berdiri sekitar sepuluh tahun lalu sebagai bentuk ikhtiar bersama masyarakat Mangga Dua Sukapura untuk menghadirkan ruang pendidikan Al-Qur’an yang berkelanjutan, membumi, dan membina akhlak generasi muda sejak dini . Sejak awal berdirinya, TPA/TPQ Baiturrahman tidak hanya berfokus pada kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menanamkan nilai adab, kedisiplinan, kecintaan terhadap Islam, serta karakter sosial yang baik . Dalam perjalanannya, lembaga ini telah beberapa kali melaksanakan ...

Nyanyian Kematian Pena Buku di NTT

Nyanyian Kematian Pena  Buku di NTT                     Di ufuk timur, mentari menyapa, Bukan emas yang berpijar, tapi luka. Seorang bocah, matanya bening jelaga, Meratap pena, merindukan aksara. Di meja tua, buku impian mahal, Menjadi jurang, memutus langkah awal. Mama, dengan tangan kapalan, Mencari receh, menghitung harapan. "Nak, tunggulah," bisik mama lirih, Dalam pelukan, hati teriris perih. Tapi dunia terlampau sunyi, Dari janji-janji yang tak terbukti. Pena itu, bukan sekadar tinta, Tapi jembatan mimpi, gerbang cita. Buku itu, bukan sekadar kertas, Tapi lentera ilmu, penerang batas. Namun garis kemiskinan, begitu nyata, Mencekik impian, memutus cerita. Beban di pundak, melebihi usia, Senyum pun layu, di ujung asa. Di sana, di tanah berbalut nestapa, Ada nyanyian duka, tanpa siapa. Untuk pena yang tak tergapai, Untuk buku yang tak terbeli, Dan untuk mama, yang berjuang sendiri. Semoga tangisan ini, menjadi gema, Membangu...

Filosofi "Land" dalam Konsep Sundaland menurut Masyarakat Sunda

Gambar
Filosofi "Land" dalam Konsep Sundaland menurut Masyarakat Sunda Ku : Kang Asep Rohmandar                                                                  Konsep "Sundaland" atau "Paparan Sunda" merujuk pada daratan purba yang menyatukan wilayah seperti Sumatra, Jawa, Kalimantan, dan Semenanjung Malaya saat permukaan laut lebih rendah. Bagi masyarakat Sunda, Sundaland bukan hanya sebuah fakta geologis, tetapi juga "lemah cai" (tanah-air) asal-usul yang melandasi identitas, kosmologi, dan tata hidup mereka. Filosofi tentang "land" (tanah) dalam pandangan orang Sunda dibangun dari beberapa prinsip kunci berikut. 1. "Lemah Cai": Tanah-Air sebagai Fondasi Identitas dan Kehidupan Konsep "Lemah Cai" (tanah-air) adalah inti dari filosofi Sunda tentang land. Ia melambangkan tempat kelahiran, asal-usul, dan sumber kehidupan yang harus...

Soesilo Toer: Doktor yang Memulung, Sastrawan yang Merawat Memori Bangsa

Soesilo Toer: Doktor yang Memulung, Sastrawan yang Merawat Memori Bangsa Pendahuluan: Paradoks Seorang Intelektual Oleh : A. Rohmandar                                                                                                                  Di sudut-sudut kota Blora, Jawa Tengah, setiap malam sehabis maghrib hingga dini hari, seorang lelaki berusia 87 tahun mengayuh motor butut berkeranjangnya menyusuri jalanan. Ia bukan sekadar pemulung biasa. Pria kelahiran 17 Februari 1937 itu adalah adik kandung almarhum Pramoedya Ananta Toer, sastrawan dan penulis yang kiprahnya diperhitungkan dunia. Lebih mengejutkan lagi, Soes, sapaan karibnya, adalah penyandang gelar master jebolan University Patrice Lumumba ...

Slow Science untuk Riset Sosial Humaniora Indonesia: Antara Idealisme dan Realitas

Slow Science untuk Riset Sosial Humaniora Indonesia: Antara Idealisme dan Realitas Analisis Mendalam tentang Pendekatan Riset Berkualitas di Era Akselerasi Publikasi 6 Februari 2026 Oleh : Tim Kajian STREAM MPMSN Hub          Pendahuluan: Krisis Kualitas di Tengah Tuntutan Kuantitas Riset sosial humaniora di Indonesia sedang menghadapi paradoks yang meresahkan. Di satu sisi, pemerintah menuntut produktivitas publikasi yang tinggi melalui berbagai regulasi dan insentif. Di sisi lain, kualitas riset yang dihasilkan masih jauh dari memuaskan. Seperti yang diungkapkan oleh penelitian Center for Innovation Policy and Governance (CIPG) dan Global Development Network (GDN) pada 2019: "Many researches from social scientists, regardless of their quality, are actually well communicated to the public and policymakers... due to general lack of research performance, policymakers and the public are more exposed to social science research with poor theoretical quality." Tekana...

SURAT TERBUKA: MENJAWAB SIRENE PERINGATAN UNTUK MASA DEPAN BANGSA

SURAT TERBUKA: MENJAWAB SIRENE PERINGATAN UNTUK MASA DEPAN BANGSA                                                                 Kepada Yth. Seluruh Elemen Bangsa, Para Pemimpin, Intelektual, dan Penggerak Perubahan.                                                                     Dunia sedang bergerak dalam arus revolusi informasi yang tidak terbendung. Di tengah kebisingan ini, seringkali kita abai terhadap suara yang paling krusial: "Sirene Peringatan" sosial yang berbunyi dari sudut-sudut bangsa yang terluka. Surat ini adalah refleksi sekaligus panggilan untuk bertindak sebelum segalanya terlambat. Sejarah telah membuktikan bahwa keberhasilan sebuah ...