THE 5TH OPEN CALL FOR RESEARCH PROPOSAL (OCRP) 2026
PROPOSAL RISET
THE 5TH OPEN CALL FOR RESEARCH PROPOSAL (OCRP) 2026
Judul Proposal Riset
Penguatan Tata Kelola Kelembagaan BPJS Kesehatan dalam Mendukung Keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Pendekatan Strategi IPOI/MOOD
Abstrak
Proposal riset ini bertujuan untuk menganalisis dan merumuskan strategi penguatan tata kelola kelembagaan BPJS Kesehatan guna mendukung keberlanjutan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Penelitian ini akan menggunakan pendekatan Strategi IPOI (Input-Process-Output-Impact) yang diperkaya dengan analisis MOOD (National Mood/Policy Mood). Metode IPOI akan membedah struktur, mekanisme operasional, hasil kinerja, dan dampak BPJS Kesehatan, sementara analisis MOOD akan mengevaluasi persepsi publik, kepercayaan peserta, dan keselarasan kebijakan dengan nilai-nilai kemasyarakatan. Hasil riset diharapkan dapat memberikan rekomendasi kebijakan yang komprehensif dan berkelanjutan bagi BPJS Kesehatan dalam menghadapi tantangan dan dinamika JKN. Penelitian ini diajukan oleh Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara, sebuah lembaga riset yang berkomitmen pada penggabungan visi global dan kearifan lokal dalam setiap kajiannya.
Tim Peneliti
Ketua: Asep Rohmandar Institusi/ Non Universitas: Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara Tanggal: 26 Juni 2026
Bab I - Pendahuluan
a. Latar Belakang
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan merupakan salah satu pilar utama dalam sistem kesehatan Indonesia. Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada efektivitas tata kelola kelembagaan BPJS Kesehatan. Tantangan seperti defisit finansial, kualitas layanan, dan kepatuhan peserta menuntut adanya penguatan tata kelola yang adaptif dan responsif. Diperlukan sebuah kerangka analisis yang mampu mengidentifikasi akar masalah, mengevaluasi proses yang berjalan, serta memprediksi dampak kebijakan secara holistik. Pendekatan Strategi IPOI/MOOD menawarkan kerangka kerja yang relevan untuk tujuan ini, dengan mempertimbangkan aspek internal kelembagaan dan dinamika eksternal berupa persepsi serta dukungan publik [1].
b. Rumusan Masalah
Bagaimana model tata kelola kelembagaan BPJS Kesehatan saat ini beroperasi dalam kerangka IPOI (Input, Process, Output, Impact)?
Bagaimana dinamika MOOD (National Mood/Policy Mood) memengaruhi efektivitas dan legitimasi kebijakan serta operasional BPJS Kesehatan?
Strategi penguatan tata kelola kelembagaan seperti apa yang paling efektif untuk mendukung keberlanjutan Program JKN dengan mempertimbangkan analisis IPOI dan MOOD?
c. Tujuan Penelitian
Mengidentifikasi dan menganalisis komponen Input, Process, Output, dan Impact dalam tata kelola kelembagaan BPJS Kesehatan.
Mengevaluasi pengaruh National Mood dan Policy Mood terhadap implementasi dan penerimaan program JKN.
Merumuskan rekomendasi strategi penguatan tata kelola kelembagaan BPJS Kesehatan yang berbasis IPOI/MOOD untuk keberlanjutan JKN.
d. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat sebagai berikut:
Bagi BPJS Kesehatan: Menyediakan rekomendasi kebijakan yang berbasis bukti untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas tata kelola kelembagaan, serta memperkuat dukungan publik terhadap JKN.
Bagi Pemerintah: Memberikan masukan dalam perumusan kebijakan kesehatan nasional yang lebih adaptif dan berkelanjutan.
Bagi Akademisi dan Peneliti: Mengembangkan kerangka teoritis dan metodologis dalam analisis tata kelola kelembagaan dengan pendekatan IPOI/MOOD, khususnya dalam konteks kebijakan publik di Indonesia.
Bagi Masyarakat: Meningkatkan pemahaman tentang pentingnya tata kelola yang baik dalam keberlanjutan program JKN dan mendorong partisipasi aktif dalam pengawasannya.
e. Keterkaitan dengan BPJS Kesehatan dan dapat memberikan dasar rekomendasi perbaikan JKN
Penelitian ini secara langsung relevan dengan misi BPJS Kesehatan untuk menyelenggarakan JKN yang berkelanjutan. Dengan menganalisis tata kelola dari perspektif IPOI/MOOD, kami dapat mengidentifikasi area-area yang memerlukan perbaikan, baik dari sisi internal (Input, Process, Output) maupun eksternal (Impact, Mood). Rekomendasi yang dihasilkan akan berfokus pada peningkatan efisiensi operasional, penguatan akuntabilitas, serta strategi komunikasi yang lebih baik untuk membangun kepercayaan dan dukungan publik, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada keberlanjutan JKN.
Bab II - Tinjauan Pustaka
a. Landasan Teori
Teori Tata Kelola Kelembagaan (Institutional Governance Theory): Membahas struktur, proses, dan mekanisme pengambilan keputusan dalam suatu organisasi untuk mencapai tujuan tertentu, termasuk peran stakeholder dan akuntabilitas [4].
Model Input-Process-Output-Impact (IPOI): Kerangka kerja yang menganalisis suatu sistem berdasarkan masukan (Input), proses transformasi (Process), hasil langsung (Output), dan dampak jangka panjang (Impact). Model ini memungkinkan evaluasi komprehensif terhadap efektivitas suatu program atau kebijakan [1].
Teori Agenda Setting dan National Mood/Policy Mood: Konsep National Mood atau Policy Mood merujuk pada agregat opini publik atau sentimen kolektif terhadap isu-isu tertentu yang dapat memengaruhi agenda kebijakan pemerintah. Perubahan mood ini dapat membuka atau menutup policy window bagi suatu isu untuk dipertimbangkan dalam perumusan kebijakan [5].
b. Studi Tinjauan
Studi-studi sebelumnya mengenai tata kelola BPJS Kesehatan seringkali berfokus pada aspek finansial, kepatuhan, atau kualitas layanan. Namun, masih sedikit penelitian yang secara eksplisit mengintegrasikan analisis komprehensif dari Input hingga Impact dengan mempertimbangkan dinamika persepsi publik (mood) secara sistematis. Penelitian Asep Rohmandar tentang Turbo Vision dan IPOI/MPKD menunjukkan potensi penerapan kerangka ini dalam riset sosial dan kebijakan [1]. Demikian pula, studi tentang National Mood telah banyak digunakan dalam analisis kebijakan publik untuk memahami faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi kebijakan [5].
c. Kerangka Konseptual
Penelitian ini akan mengadopsi kerangka konseptual yang mengintegrasikan model IPOI dengan analisis MOOD. Input akan mencakup regulasi, sumber daya manusia, dan anggaran BPJS Kesehatan. Proses akan meliputi mekanisme operasional, koordinasi antarlembaga, dan implementasi kebijakan. Output akan berupa cakupan kepesertaan, klaim yang terlayani, dan indikator kinerja lainnya. Impact akan diukur dari keberlanjutan finansial JKN, peningkatan kesehatan masyarakat, dan keadilan akses layanan. Seluruh elemen ini akan dianalisis dalam konteks National Mood/Policy Mood untuk memahami bagaimana persepsi publik memengaruhi dan dipengaruhi oleh tata kelola BPJS Kesehatan.
Bab III - Metodologi Penelitian
a. Desain Penelitian
Penelitian ini akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus pada tata kelola kelembagaan BPJS Kesehatan. Desain penelitian eksploratif akan diterapkan untuk menggali informasi mendalam mengenai penerapan IPOI dan pengaruh MOOD.
b. Populasi dan Sampel
Populasi: Seluruh stakeholder yang terlibat dalam tata kelola BPJS Kesehatan, termasuk manajemen BPJS Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), penyedia layanan kesehatan, peserta JKN, dan organisasi masyarakat sipil.
Sampel: Pemilihan sampel akan dilakukan secara purposif, mencakup perwakilan dari masing-masing kelompok stakeholder yang memiliki pengetahuan dan pengalaman relevan dengan tata kelola BPJS Kesehatan dan dinamika JKN.
c. Metode Pengumpulan Data
Wawancara Mendalam: Dilakukan dengan informan kunci dari BPJS Kesehatan, pemerintah, akademisi, dan perwakilan masyarakat untuk mendapatkan perspektif mendalam mengenai Input, Process, Output, Impact, dan faktor-faktor yang memengaruhi MOOD.
Studi Dokumentasi: Analisis dokumen kebijakan, laporan kinerja BPJS Kesehatan, data statistik JKN, serta publikasi terkait tata kelola dan keberlanjutan JKN.
Observasi Partisipatif (jika memungkinkan): Mengamati langsung proses-proses kunci dalam tata kelola BPJS Kesehatan.
d. Metode Analisis Data
Data kualitatif akan dianalisis menggunakan metode analisis tematik dan analisis konten. Pendekatan IPOI akan digunakan sebagai kerangka utama untuk mengkategorikan dan menginterpretasi data. Analisis MOOD akan dilakukan dengan mengidentifikasi sentimen, opini, dan persepsi yang muncul dari data wawancara dan dokumentasi, serta mengaitkannya dengan keberhasilan atau tantangan dalam tata kelola BPJS Kesehatan.
e. Instrumen Penelitian
Pedoman wawancara terstruktur dan semi-terstruktur.
Formulir observasi.
Check-list studi dokumentasi.
Bab IV - Jadwal Penelitian
Tahap Penelitian | Bulan 1 | Bulan 2 | Bulan 3 | Bulan 4 | Bulan 5 | Bulan 6 |
|---|---|---|---|---|---|---|
Persiapan & Pengurusan Izin | X | |||||
Pengumpulan Data | X | X | ||||
Analisis Data | X | X | ||||
Penyusunan Draf Laporan | X | X | ||||
Seminar Hasil & Revisi | X | |||||
Finalisasi Laporan & Publikasi | X |
Bab V - Anggaran Penelitian
Kategori Anggaran | Estimasi Biaya (IDR) |
|---|---|
Honorarium Tim Peneliti | Rp 25.000.000 |
Biaya Perjalanan & Akomodasi | Rp 10.000.000 |
Biaya Pengumpulan Data | Rp 7.500.000 |
Biaya Analisis Data & Software | Rp 5.000.000 |
Biaya Seminar & Publikasi | Rp 7.500.000 |
Total Anggaran | Rp 55.000.000 |
Daftar Pustaka
[1] Rohmandar, A. (2022). Perancangan Program Turbo Vision untuk Peningkatan Profesionalisme Guru Dahsyat Bagi Proses Pembelajaran Peserta Didik Unggul di Sekolah Menengah Atas/Kejuruan. COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 2(6), 709-719.
[2] BPJS Kesehatan. (2026).Syarat dan Ketentuan Open Call for Research Proposal Tahun 2026. Dokumen Internal BPJS Kesehatan.
[3] BPJS Kesehatan. (2026).Linktree Resmi OCRP BPJS Kesehatan 2026. Diakses dari https://linktr.ee/OCRP_BPJSKes2026.
[4] Rhodes, R. A. W. (1997).Understanding Governance: Policy Networks, Governance, Reflexivity and Accountability. Open University Press.
[5] Kingdon, J. W. (2011).Agendas, Alternatives, and Public Policies (Update Edition, with an Epilogue on Health Care). Pearson Education.
Lampiran
Susunan Tim Penelitian
No. | Posisi* | Nama | Pendidikan dan Pengalaman Kerja |
|---|---|---|---|
1. | Ketua Tim | Asep Rohmandar | Pendidikan: Ilmu Kebijakan; Pengalaman: 4 tahun riset kebijakan |
2. | Tim Ahli | [Nama Tim Ahli 1] | Pendidikan: Ilmu Kesehatan Masyarakat; Pengalaman: 2 tahun riset JKN |
3. | Peneliti | [ Wulan Sari Dewi] | Pendidikan: Manajemen Publik; Pengalaman: 2 tahun riset tata kelola |
4. | Staf Administratif | [Nama Staf 1] | Pendidikan: Administrasi Publik; Pengalaman: 1 tahun administrasi riset |
dst. | *) sesuai kebutuhan |
Nama Institusi/Lembaga Penelitian: Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara
Asep Rohmandar
Presiden MPMSN
Komentar
Posting Komentar