Pesan Isra Mi’raj 2026 bagi Umat Islam Global

Pesan Isra Mi’raj 2026 bagi Umat Islam Global

Momentum Spiritual dan Refleksi Global

Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan panggilan spiritual yang melintasi zaman dan batas geografis. Pada tahun 2026, peringatan Isra Mi’raj jatuh pada Jumat, 16 Januari 2026, bertepatan dengan 27 Rajab 1447 H, dan telah ditetapkan sebagai hari libur nasional di berbagai negara mayoritas Muslim【1】【2】.

Perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha (Isra), lalu naik ke langit hingga Sidratul Muntaha (Mi’raj), menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam. Di sanalah beliau menerima perintah shalat lima waktu, yang menjadi inti ibadah dan penghubung langsung antara manusia dan Tuhan【1】.

Relevansi di Era Digital dan Globalisasi

Di tengah dunia yang semakin digital dan terfragmentasi, pesan Isra Mi’raj mengajak umat Islam untuk:

  • Menjaga koneksi spiritual di tengah hiruk-pikuk teknologi dan informasi.

  • Memaknai shalat sebagai pusat keseimbangan hidup, bukan sekadar rutinitas.

  • Meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menghadapi tantangan dakwah dan sosial.

Sebagaimana dikutip dari Kompas Cahaya, "Isra Mi’raj bukan sekadar perjalanan spiritual Rasulullah SAW, tetapi juga tonggak penting penetapan kewajiban shalat lima waktu yang menjadi fondasi utama ibadah umat Islam hingga hari ini"【1】.

Pesan Universal: Keadilan, Kasih Sayang, dan Keteguhan

Isra Mi’raj mengandung pesan universal yang relevan bagi umat Islam global:

  • Keadilan dan kesetaraan: Perjalanan Nabi melintasi langit menunjukkan bahwa setiap manusia memiliki potensi spiritual yang sama.

  • Kasih sayang dan rahmat: Dalam setiap lapisan langit, Nabi bertemu para nabi terdahulu, memperkuat nilai persaudaraan lintas generasi.

  • Keteguhan dalam ujian: Perjalanan ini terjadi setelah masa-masa sulit dakwah di Mekkah, menjadi simbol harapan dan kekuatan.

Refleksi untuk Masa Kini

Isra Mi’raj 2026 menjadi ajakan untuk:

  • Meningkatkan kualitas shalat, bukan hanya kuantitas.

  • Mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan profesional dan sosial.

  • Menghidupkan kembali semangat dakwah yang bijak, inklusif, dan penuh kasih.

Sebagaimana disampaikan oleh Sewaktu.com, "Tidak semua perjalanan ditempuh dengan langkah kaki. Ada perjalanan yang justru mengubah arah hidup umat manusia"【2】.

Penutup

Isra Mi’raj adalah cahaya yang menuntun umat Islam untuk kembali pada esensi: mengabdi kepada Allah dengan penuh cinta, disiplin, dan kesadaran. Di tahun 2026, mari jadikan peringatan ini sebagai momen global untuk memperkuat spiritualitas, solidaritas, dan komitmen terhadap nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.


Sumber:

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Skenario Anggaran PBB yang Inklusif untuk Mewujudkan Tatanan Dunia Baru dan Sustainable Development Goals 2030 serta Post-SDGs yang Berkeadilan

Mencari Filosofis dari Masyarakat Peneliti Mandiri Sunda Nusantara

Esai: Teori dan Praktik Ekonomi Teonomik-Humanistik